//
you're reading...
Bela Diri

Lebih Dekat Mengenal Pencak Silat

Pencak Silat, beladiri yang mulai aku geluti semasa kuliah di UNY ini. Ketertarikanku pada olah raga dan bela diri ini dimulai saat ayah dan om mengajariku latihan beberapa jurus dari masing-masing perguruan pencak silat mereka dahulu. Itu sudah lama, kira-kira semasa aku smp, tetapi aku baru mempelajarinya secara lebih intens semasa aku kuliah di UNY.

Mungkin diantara pembaca belum familiar dengan istilah Pencak Silat. Lebih jelasnya menurut IPSI Pencak Silat adalah hasil kreatifitas bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan diri dan menyatukan terhadap lingkungan sekelilingnya agar terjadi keselarasan dan keseimbangan serta menjadi insan yang berbakti luhur. Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pencak Silat adalah bela diri untuk menangkis maupun menyerang, baik dengan tangan kosong ataupun dengan senjata.

Di beberapa daerah misalnya Jawa, lazimnya digunakan kata “Pencak”, sedangkan di Sumatera dan daerah lainnya disebut “Silat”, dan masing-masing mempunyai pengertian khusus. Pencak mempunyai pengertian sebagai gerak dasar bela diri yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan. Silat mempunyai pengertian sebagai gerak bela diri yang sempurna, yang bersumber dari kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri atau kesejahteraan bersama, menghindarkan diri dari bala atau bencana, seperti perampok, penyakit, tenung atau segala sesuatu yang jahat.

Pencak silat mengandung empat aspek atau empat unsur, yaitu:
1. Unsur olahraga
2. Unsur kesenian
3. Unsur bela diri
4. Unsur kerohanian/kebatinan

Pencak silat sebagai olahraga, merupakan usaha untuk mengembangkan unsur-unsur olahraga yang terdapat dalam pencak silat, yang dibagi menjadi olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga rekreasi.
Pencak silat sebagai seni, harus menurut ketentuan keselarasan, keseimbangan, keserasian, antara wiraga, wirama, dan wirasa.
Pencak silat sebagai bela diri, pada dasarnya merupakan usaha pembelaan diri dari serangan atau bahaya agar selamat. Unsur geraknya adalah menyerang dan membela diri/menyelamatkan diri.
Pencak silat sebagai sarana pendidikan mental kerohanian, ditanamkan penghayatan serta hidup bermasyarakat. Pencak silat mengajarkan budi pekerti luhur, mengembangkan sifat dan sikap (kepribadian).

Pembentukan Sikap Dan Gerak Dalam Pencak Silat

Secara ringkas, pembentukan sikap merupakan dasar dari pembentukan gerak dalam pencak silat meliputi pembentukan sikap jasmaniah dan sikap rohaniah. Pembentukan sikap meliputi: sikap berdiri, sikap jongkok, sikap duduk, sikap berbaring, sikap khusus, sikap pasang. Pembentukan gerak meliputi: arah, cara melangkah, langkah posisi, bentuk/pola posisi, macam-macam langkah.

Pembelaan Dan Serangan

Terjemahan bebas dari penulis, serangan ialah usaha pembelaan diri dengan menggunakan lengan/tangan atau tungkai/kaki untuk mengenai sasaran tertentu pada anggota tubuh lawan. Serangan lengan/tangan lazim disebut pukulan, dan serangan tungkai atau kaki lazim disebut tendangan. Serangan tangan dapat dibedakan berdasarkan arah pukulan dan bagian tangan yang digunakan. Sedangkan tendangan dapat dibedakan berdasarkan arah tendangan dan bagian tungkai/kaki yang digunakan dalam melakukan serangan.
Pembelaan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu pembelaan dasar, pembelaan lanjutan dan pembelaan taktik. Pembelaan lanjutan meliputi tangkapan, jatuhan, kuncian, dan lepasan. Sedangakn pembelaan taktik meliputi hambatan/pragerak, sambutan, dan penguasaan.

Bagi pembaca yang tertarik dan menginginkan untuk tahu lebih jauh, maka saya sarankan untuk mencari artikel-artikel dan informasi mengenai Pencak Silat secara aktif supaya pembaca menjadi pribadi yang pastinya akan berbeda dari yang sebelumnya. Cobalah… Mudah-mudahan informasi yang sedikit ini memberi manfaat. Salam Silat !!!

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: