//
you're reading...
Pengalaman

Potret Buram Remaja Saat Ini

Assalamualaikum…wr.wb.
Para pembaca yang budiman, saya akan mengutarakan sedikit pengalaman saya di kampus Uny. Bbeberapa hari yang lalu saya seperti hari-hari biasa, saya menyempatkan diri mencari pengumuman atau informasi penting di papan pengumuman Fakultas Ilmu Sosial UNY. Saya merasa ada suatu tempelan pamflet yang menarik, entah yang menempel itu siapa saya tidak tahu, yaitu mengenai munculnya fenomena banyaknya iklan atau reklame seperti; “Telat haid? Hubungi no.hp.0274xxxxxxx” Nah, tentu hal ini membangkitkan rasa penasaran saya mengingat pergaulan bebas dan sex bebas pra nikah menjadi potret buram kehidupan remaja saat ini. Khususnya di kalangan Mahasiswa.
Disadari atau tidak , seks bebas, perkosaan, pelecehan seksual, pornografi, pornoaksi, bahkan hamil di luar nikah merajalela di kehidupan kita saat ini. Ada apa ini? Gejala demikian, nampaknya dipengaruhi oleh eksploitasi seksual dalam lingkungan di sekitar kita seperti dalam televisi, majalah, obrolan jorok, rayuan gombal, dan sebagainya seperti suatu ajakan secara tersirat untuk memudahkan atau melancarkan anggapan kita bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja, terserah. Begitulah anggapan yang sepertinya mulai mencuat layaknya yang kita saksikan di negara-negara barat.
Berikut ini adalah beberapa hasil jiplakan remaja kita terhadap budaya barat:
a. Free thinker/bebas berpikir
Remaja merasa punya hak untuk berpikir tanpa dibatasi oleh norma-norma agamaa, terutama dalam upaya mencari jalan keluar dari masalah dengan jalan pintas. Misal bunuh diri, nge-drugs, minum minuman keras, berbuat kriminal untuk mendapatkan uang, dan lain-lain.
b. Permissif/bebas berbuat
Remaja mau melakukan apapun dimanapun boleh saja, mulai dari berbusana, berdandan, berbicara, bergaul, atau berprilaku. Remaja malah merasa bangga jika daya tarik seksualnya memikat setiap mata lawan jenis yang jelalatan, antimalu dengan mengusung label “bebas berekspresi”.
c. Free sex/pergaulan bebas
Pergaulan antar lawan jenis yang banyak digandrungi remaja sangat mudah terkontaminasi unsur cinta dan seks, kampanye terselubung antijomblo yang diopinikan di media via sinetron (membuat remaja malu kalau tidak memiliki pacar), membuka peluang remaja untuk aktif melakukan kegiatan seksual yang dipicu tayangan di tv itu tadi, terlebih tayangan video porno yang banyak kita jumpai sekarang dan kurangnya kontrol orang tua dan atau masyarakat. (STUDIA, 2005)
Di Yogyakarta, saya pernah membaca artikel mengenai salah seorang Mahasiswa di UGM, Ia memaparkan tentang model pergaulan remaja di Yogyakarta cukup bebas. Beberapa tahun yang lalu, pada suatu waktu Ia menemukan alat-alat tes kehamilan berceceran di bilangan jalan Babarsari. Tak berselang lama ada kabar menyatakan ditemukan banyak kondom yang menyumbat saluran air toilet dan pada saat malam tahun baru, dan penjualan kondom di apotek-apotek meningkat drastis. Pembaca tentu masih ingat kan dengan iklan kondom di televisi yang ditampilkan artis cantik yang ternama itu? Inilah yang menjadi keprihatinan kita khususnya di kalangan Mahasiswa.  Tampak bahwa gejala aktivitas remaja (terutama pelajar) mengalami pergeseran, tidak lagi hanya berkutat pada diskusi, belajar kelompok, mendengarkan musik, nonton tv, tetapi remaja sekarang sudah biasa melakukan kegiatan di luar norma kesusilaan (Ingat; tidak semua remaja Yogyakarta melakukannya). Sepertinya kita digiring oleh suatu kondisi yang mengarahkan kita untuk menghalalkan perbuatan semacam itu.
Bercermin pada diri sendiri, saya menyadari bahwa remaja seperti saya ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu yang tinggi itu juga mendorong untuk memperoleh pengalaman baru. Yang salah apanya coba? Mungkin orientasi remaja saat ini yang salah orientasinya “sex”. Saya berpesan kepada pembaca sekalian jangan sekali-kali berorientasi pada sex sebelum kita mempunyai kasanggupan berkeluarga atau mempunyai rasa tanggung jawab yang besar yang itu termasuk ciri kedewasaan. Tentu hal ini harus disertai dengan pemahaman di sisi agama. Pemahaman dari sisi agama inilah yang perlu kita tingkatkan. Paling tidak harus kita mulai adanya suatu usaha untuk mengatasi semua itu. Dimulai dari keluarga: menciptakan kehidupan keluarga yang agamis, menumbuhkan suasana disipli sejak dini, kontrol orang tua yang harus diperhatikan, mengarahkan remaja untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif, pendidikan seks yang baik, mengarahkan persepsi remaja yang benar tentang “kebebasan”, dll. Di satuan pendidikan: menciptakan suasana belajar yang baik, kampanye anti narkoba dan sex, hubungan guru/dosen yang harusw dipupuk baik dengan siswa/Mahasiswa, adanya kesatuan norma, dll. Di dalam masyarakat: perlu adanya kontrol atau pengawasan terhadap perkumpulan para remaja di masyarakat, untuk mengisi waktu luang remaja di masyarakat, perlu dibentuk suatu organisasi remaja, dll.
Tak kalah penting adalah peran serta diri kita, dalam artian diri sendiri. Kita hendaknya menyadari dan tahu terkait hal-hal yang seperti itu dan berkomitmen untuk tidak melakukannya. Dibutuhkan pemahaman yang baik khususnya dalam sisi keagamaan. Masa’ sudah tahu hukumnya kok mau dilanggar? Ga takut neraka? … Yang terpenting adalah kita sebagai remaja dapat menempatkan diri sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama dan norma yang berlaku di masyarakat. Hal tersebut memerlukan peran serta semua pihak, sehingga permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.
Sebagian konten tulisan di tas saya kutip atau saya sederhanakan dari tulisan Analisa Pergaulan Bebas dan Hamil Pranikah oleh Farida, di Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan.

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: