//
you're reading...
Pengalaman

Memahami lawan bicara dengan melihat mata serta latar belakang geografis

Mungkin diantara pembaca pernah melihat lawan bicara yang memalingkan muka, menanggapi dengan serius, atau malah melirik sana kemari. Hal itu suatu kewajaran yang memperlihatkan tingkat keseriusan dan minat lawan bicara terhadap diri anda.

Kontak mata merupakan senjata ampuh kita guna mengenali seluk beluk lawan bicara kita. Namun sebelum kita praktekkan apa yang saya tulis dibahwah ini, alangkah baiknya pembaca perlu tahu etika bertatapan mata dari sudut pandang suatu daerah dan budaya tertentu. Dalam beberapa budaya, seperti di Asia Timur, melakukan kontak mata terhadap atasan atau orang yang lebih tua dianggap kurang sopan, sedangkan di Amerika Serikat dan Eropa, justru menghindari kontak mata yang dianggap tidak sopan dan menunjukkan bahwa orang yang menghindari kontak mata tersebut tidak dapat dipercaya dan kurang menghargai lawan bicara.Tentu saja hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman antara orang-orang dari kedua budaya tersebut. Maka dari itu, kita selayaknya hati-hati dalam melakukan interaksi dengan orang lain khususnya dengan orang yang berasal dari wilayah atau kebudayaan yang berbeda.

Dari berbagai penafsiran, saya dapat menyimpulkan beberapa tanda untuk mengenali apa yang dirasakan atau isi pikiran orang lewat pandangan mata. Diantaranya adalah;
– Apabila lawan bicara kita menatap ke atas atau lebih banyak memandang ke atas, kita bisa tahu lawan bicara kita itu adalah orang yang mempunyai karakteristik suka terhadap daya visual. Sehingga dalam berkomunikasi, kita dapat memberi ilustrasi-ilustrasi untuk mendukung jalannya komunikasi yang saling mendukung. Kita juga bisa memancing lawan bicara kita itu agar semakin tertarik dengan kita dengan cara memberikan kesempatan kepadanya untuk menuangkan daya visualnya dalam percakapan yang kita lakukan.
– Apabila lawan bicara menatap ke bawah atau lebih banyak menatap kearah bawah, kita bisa memprediksi kalau lawan bicara kita itu adalah orang yang mampu berinteraksi dengan kita secara batin (feeling)nya bagus. Maka dari itu untuk berkomunikasi dengan orang seperti ini kita harus lebih peka terhadap yang ia rasakan.
– Apabila lawan bicara sering melihat ke arah kanan. Itu tandanya ia sedang berpikir tentang sesuatu yang belum ia lakukan, atau berpikir mengenai masa depan. Jadi pahamilah apa yang ia pikirkan melalui gaya bicara dan tatapan matanya itu.
– Apabila lawan bicara sering melihat kearah kiri. Kita bisa mengetahui kalau ia sedang mengingat-ingat peristiwa yang sudah terjadi di masa lau atau dengan kata laui sudah ia lakukan sebelumnya.

Ada lagi, untuk mengetes apakah lawan bicara kita berbohong atau tidak bisa kita ketahui melalui pandangan matanya.
Misalnya:
A: Apakah kamu tadi meeting di kantor?
Sambil menatap kearah kanan,
Si B menjawab: Iya,
Nah… bukankah tatapan mata ke kanan adalah mengacu pada orientasi yang akan datang?
Padahal meeting seharusnya kan sudah peristiwa lalu. Sudah terjadi.
Kita bisa tahu kalau si B berbohong.

Nah, kiranya seperti itu sekilas mengenai ekspresi mata yang dapat kita ketahui maknanya. Namun, kembali lagi saya mengingatkan belum tentu ekspresi2 tersebut seratus persen benar. Mudah2an bermanfaat…….

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: