//
you're reading...
Penasaran

Harun Al Rasyid Menangis

Dinasti kekuasaan Abbasiyah memperoleh puncak kejayaannya pada masa Khalifah Harun Al Rasyid. Pada masa itu tidak ada satu negeri dibelahan bumi manapun yang memiliki karakteristik ilmu pengetahuan, tata kota, bangunan bangunan indah, studi ilmu pengetahuan dan penelitian serta peradaban masyarakat yang sederajat dengan Daulah Islamiyah Abbasiyah yang beribu kota di Bagdad. Kota Bagdad menjadi pusat ilmu pengetahuan dan banyak sarjana sarjana lahir dari kota ini. Ilmu agama juga memperoleh kemajuan yang pesat karena banyak Ulama ulama besar lahir pada masa ini.
Khalifah Harun Al Rasyid dikenal sebagai lelaki yang sholeh yang sangat mencintai ilmu pengetahuan. Beliau juga dekat dengan ulama dan sering meminta nasehat dari mereka. Bahkan anak anaknya menuntut ilmu kepada Imam Malik rahimahullah. Khalifah Harun Al Rasyid beserta anak anaknya sering menghadiri majelis ilmu Imam Malik yang membahas Kitab Al Muwatha’. Harun Al Rasyid juga memimpin rakyat dengan adil sehingga kemakmuran selalu menjadi prioritas utama kepemimpinannya. Diantara Ulama ulama yang biasa memberi nasihat kepadanya yaitu Ibnu Samak rahimahullah. Ibnu Samak seorang Ulama yang zuhud dan wara’. Tidak silau oleh gemerlap dunia dan senantiasa bersuara lantang dalam menyampaikan kebenaran
Pada suatu hari Ibnu Samak datang menemui Harun Al Rasyid yang saat itu sedang berada ditengah tengah para penasihatnya. Setelah mengucap salam lalu ia mengucap hamdalah dan pujian kepada Allah dan bersholawat atas Nabi dan para sahabatnya. Kemudian ia mengingatkan Khalifah Harun Al Rasyid agar senantiasa bertakwa kepada Allah dalam setiap waktu dan kesempatan. Serta mengingatkan bahwa seseorang tidak akan memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah kalau dia tidak mendekatkan diri dan bertaqarrub kepada Allah. Harun Al Rasyid mendengar nasihat dari ulama tersebut dengan khusyu dan sungguh sungguh. Tapi tiba tiba ada seorang penasihatnya yang bernama Fadlal bin Rabi angkat bicara hendak mencari muka dihadapan Khalifah Harun Al Rasyid dengan berkata “Wahai Amirul Mukminin sungguh engkau telah bersikap adil dalam menjalankan amanah kaum mukminin. Maka aku tidak ragu lagi bahwa engkau akan masuk syurga atas sikap adilmu itu”.
Mendengar perkataan yang menjilat ini maka Ibnu Samak kembali angkat bicara “Wahai Amirul Mukminin sesungguhnya pengadilan yang Maha Adil di yaumil hisah kelak akan kau hadapi seorang diri dan Fadlal bin Rabi tidak akan mendampingimu untuk membelamu. Maka hendaklah engkau selalu bertakwa kepada Allah karena sebaik baik bekal adalah takwa”
Ibnu Samak rahimahullah kembali mengabarkan berita berita tentang beratnya hisab dan perhitungan amal di yaumil hisab kelak dan mengucurlah air mata Khalifah Harun Al Rasyid mendengarnya hingga membasahi jenggotnya.
Harun Al Rasyid tetap mengawal umat islam dengan penuh rasa adil dan penuh tanggung jawab. Banyak karya karya besar lahir pada zamannya hingga ia pun masuk menjadi salah satu tokoh yang besar jasanya terhadap kemajuan kebudayaan islam. Wallahu’alam.

Sumber: http://kisahislami.com/harun-al-rasyid-menangis/

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: