//
you're reading...
Materi Kuliah

Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Mengkhawatirkan

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Dr dr Sugiri Syarif mengungkapkan, pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya mencapai 4 juta jiwa. Situasi ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Soalnya, dengan pertambahan penduduk yang tinggi akan menimbulkan keresahaan. Mulai dari penambahan jumlah fasilitas anak, dan lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dan memenuhi kebutuhan pokok serta energi.

Dia menjelaskan, pertambahan penduduk bisa berimplikasi dengan tidak mampunya pemerintah dalam menyediakan pasokan beras untuk penduduk. Selain itu, kebutuhan energi semakin lama-semakin meningkat, sehingga harga semakin tinggi. “Jika laju pertumbuhan tidak terkendali, maka pemerintah tidak mampu menyediakan energi yang terbatas ini, sehingga akan berdampak pada kenaikan harga,” katanya saat temu pers di Medan, Rabu (18/4) sore.

Menurutnya, cara yang tepat untuk menghindari dari permasalahan akibat laju pertumbuhan itu yakni menurunkan tingkat kelahiran.

Laju pertumbuhan disebabkan tiga faktor, yakni kelahiran, kematian dan migrasi. Paling memungkinkan yang dilakukan BKKBN adalah menurunkan angka kelahiran hingga 2,0 dan 2,1 per wanita subur di tahun 2015.

“Dengan begitu, pertumbuhan penduduk tidak begitu besar, sehingga kalau tahun 2060 jumlah penduduk stabil, maka kita akan mudah untuk merancang pembangunan,” ungkapnya.

Tahun ini, BKKBN menargetkan menggarap 7,3 juta akseptor baru. Jika ini terwujud, maka sudah ada 30 juta akseptor di Indonesia.

Diterangkannya, cara untuk mengatur laju pertumbuhan penduduk tidak hanya melalui kontrasepsi, tetapi bisa juga memberikan pendidikan kepada generasi muda tentang KB termasuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menunda usia perkawinan.

“Memberikan pengetahuan tentang program KB kepada generasi muda ini sangat penting, sebab dia akan berpraktek saat dia berkeluarga. Dia akan menunda usia kawin,” sebut Sugiri.

Dalam hal ini, lanjutnya, perempuan bisa sekolah setinggi-tingginya, sehingga memperpendek masa fertilitas.

“Sekarangkan wajib sekolah 9 tahun, dan biaya pendidikan sudah ditanggung pemerintah. Kalau karena alasan dia tidak memiliki baju atau sepatu sekolah, di sini perlunya peran masyarakat sekitar untuk ikut membantu membeli seragam,” ungkapnya.

Program KB tidak bisa dikerjakan dengan sendiri, hal ini perlu dilakukan dengan cara bersamaan dengan merangkul pihak swasta untuk bekerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta.

Dia mencontohkan, untuk menggarap daerah terpencil, maka BKKBN bekerjasama TNI Angkatan Laut. Karena mereka sudah memiliki sarana kapal.

Kemudian, ditanya tentang minimnya petugas lapangan KB (PLKB) di daerah, menurutnya, sejauh ini pemerintah daerah diminta mengusulkan penambahan petugas PLKB. “Usulan itu akan kita perjuangkan, jika daerah itu memiliki sisa DAU di atas 50 persen. Tapi, ada juga daerah yang DAUnya habis untuk gaji, jadi tidak bisa,” ucapnya.(nai)

Sumber: http://www.analisadaily.com/news/read/2012/04/19/46505/laju_pertumbuhan_penduduk_indonesia_mengkhawatirkan/#.UBi4N8jL1io

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: