//
you're reading...
Intelejensia, Mahasiswa, Penasaran

Produk Imitasi, Hipotesa keliru untuk membuat kesimpulan

Suatu ajaran kalau itu baik dan benar , mau tidak mau akan mengalami proses yang melibatkan pihak lain berkaitan dengan peniruan atau imitasi. Hal ini wajar terjadi, seperti halnya suatu merk yang terkenal seperti “addidas” , kita bisa menjumpai produk bermerek itu hampir di setiap toko olah raga di Indonesia. Namun, kita tidak mengetahui bahwa diantaranya adalah imitasi. Kemudian muncul keluhan dari konsumen terhadap salah satu produk bermerek tersebut. Apakah lalu merek “addidas” tidak berkualitas? Cara berpikir kita adalah bahwa salah satu produk tersebut mungkin adalah imitasi, yang kebetulan tidak berkualitas.

Analogi seperti di atas seperti penilaian kebanyakan orang mengenai ajaran Islam. Belakangan muncul stigma negatif berkaitan dengan terorisme, fundamentalisme, gerakan separatis, dan sebagainya. Padahal bisa jadi yang disaksikannya hanyalah “produk” imitasi dari Islam itu sendiri. Bukan ajaran sejatinya. Dengan demikian, penilaian seperti itu hanyalah untuk orang-orang yang belum mengatahui keagungan Islam. “Belum tahu kok ngomong macam-macam”, kekonyolan cara berpikir.

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: