//
you're reading...
Bangkitkan Iman, Mahasiswa, Penasaran, Pengalaman

Apakah Islam harus dibela?

Belum lama ini ada sahabat juga sekaligus seniorku dalam organisasi di kampus mengajukan pertanyaan. Aku biasa menyapanya dengan sebutan “Pak”. Ia bertanya mengenai apakah Islam harus dibela? Mengapa? Pertanyaan kedua, bagaimana antum menempatkan sabar dan ikhlas dalam aspek kehidupan? Pertanyaan itu aku balas melalui akun facebook.

Menurutku:

Sebelumnya mohon dimaklumi Pak, apabila jawabanku mungkin ada yang keliru. Namanya juga pendapat.

1>> Mengenai apakah Islam harus diperjuangkan dan mengapa? Menurutku ya iya, Islam harus diperjuangkan. Itu adalah amalan yang bisa dilakukan Pak. Gini, menurutku perjuangan yang kita lakukan untuk Islam merupakan ekspresi kehambaan kita kepada Allah SWT. Seperti halnya kalau kita berdoa, masa’ kita meminta kepada Allah tapi bergantung dengan makhluk (doa)? Andaikan kita nggak minta pun Allah pasti sudah tahu isi hati kita, tapi kenapa kita mesti berdoa? Ya, doa itu hanya ekspresi kehambaan kita. Sebagai hamba tentu tahu adab dihadapan Allah SWT Sang Kholik. Kenapa kok kita mesti beribadah? Tahu diri, ekspresi rasa syukur kita. Ya semata-mata ingin mendapatkan Ridho-Nya. Itulah Pak, cermin kadar iman seseorang. Keimanan seseorang tercermin bagaimana orang itu memposisikan diri sebagai hamba. Semakin kuat keimanannya, maka kesadarannya pun akan semakin tinggi sebagai seorang hamba dengan kesadaran penuh mengenai jati diri kemanusiaannya. Ia akan memanusiakan manusia. Saling mengingatkan demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. Bagi orang-orang yang sudah tahu ilmunya akan melihat orang lain yang terjerumus kesesatan dengan kasih sayang untuk bisa menolongnya. Sebab mereka juga hamba Allah SWT yang juga rindu surga-Nya. Membicarakan Islam tak bisa lepas dari Rasulullah SAW, sebagaimana kita mencontoh ketaatan beliau kepada Allah SWT dan kepercayaan kepada hari akhir. Sebagaimana sabda beliau bahwa tidak sempurna iman seseorang dari kamu sehingga engkau mencintai saudaramu seperti mencintai untuk dirimu sendiri. Tentu ada kemuliaan tersembunyi dibalik orang-orang yang membawa orang lain kepada kesadaran, taubat, dan sekaligus menjauhkan siapapun dari murka-Nya. Dalam qur’an juga ada perintah untuk menyeru manusia ke jalan Allah SWT di surah An-Nahl ayat  125. Setelah tahu perintah itu, tugas kita untuk mengajak sesama untuk mengenal Allah SWT, menunjukkan kebenaran (tentu koreksi diri terlebih dahulu). Itu adalah tugas (antara kesempatan dan kewajiban) beramal kita. Akantetapi, kita harus introspeksi diri dan mewaspadai kemungkinan kekeliruan kita. Peringatan-Nya, “dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang zhalim di antara kamu, dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaNya” (QS. Al-Anfal: 25). Walaupun kita mungkin tidak berbuat dholim, tapi orang lain berbuat dholim, maka semakin besar kemungkinan azab-Nya yg menimpa tidak hanya orang yang dholim saja tetapi juga bisa menimpa orang yang beriman di suatu wilayah. Kalau orang pintar tentu tidak akan mau menerima azab-Nya, dia akan melakukan apa saja untuk memperbaiki dirinya dan orang-orang disekitarnya biar tidak kena azab. Karena banyak juga halangan untuk mendapatkan kebenaran. Islam difitnah, Islam disamarkan ajarannya. Sehingga bagi yang tahu ya akan mengusik tauhidnya. Belum lagi peranan nafsu manusia, sangat rentan jauh dari kebenaran.

Kalau diurut sebenarnya menurutku perjuangan untuk Islam adalah pembelaan diriku Pak atas aqidah yang ku ikuti. Mulainya dari diri pribadi untuk mendapatkan petunjuk. Ibaratnya kalau kita sudah dapat pelita, masa’ hanya kita pakai sendiri tanpa memperdulikan orang lain yang membutuhkannya? Kita berkewajiban membaginya kepada yang membutuhkan. Paling tidak ikut serta dalam menyeru kebaikan. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar” (QS. Ali Imran: 104). Kata mbah Kiai, pada dasarnya manusia diciptakan itu sudah dengan petunjuk, tinggal bagaimana manusia mengolahnya. Ada petunjuk (benih) yang termanfaatkan, ada juga petunjuk (benih) yang sia-sia (tidak dimanfaatkan, akan membusuk). Contohnya Islam adalah agama petunjuk kita Pak, seberapa besar petunjuk itu tergantung seberapa besar usaha kita untuk meraihnya. Jadi, sebelum memperjuangkan Islam kita sudah tahu belum Islam itu seperti apa? Jangan-jangan kita masih bingung mengolah petunjuk yang diberikan oleh Yang di Atas. Memang kalau setiap orang bisa menjadi penyeru kebaikan. Dakwah yang diselenggarakan bisa jadi membuat orang sadar. Sadar akan kebenaran, sadar akan kebutuhannya mengaji. Ngaji untuk meningkatkan aji, aji bisa derajat bisa juga martabat. Derajat adalah kehormatan/kedudukan orang itu di hadapan Yang Maha Kuasa, sedangkan martabat adalah kehormatan/kedudukan orang itu di antara sesamanya. Ya, kita ngaji sekaligus memberi kesempatan orang lain untuk ngaji. Namun, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya bahwa ada amal yang secara lahir adalah amal akhirat tetapi sama sekali tidak ada nilai akhiratnya, tapi ada amal yang terlihat secara lahir sebagai amal dunia tetapi sarat dengan nilai akhirat. Ini perkara ghoib, mungkin ada kaitan dengan pertanyaanmu yang kedua.

2>> Mengenai bagaimanakah dirku menempatkan sabar dan ikhlas dalam aspek kehidupan. Itu pertanyaan sulit Pak. Masalah hati je, bukan penampilan lahir. Tekadku mudah-mudahan aku bisa menempatkannya dalam semua aspek kehidupanku. Menjadi landasan untuk beramal di dunia ini.

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: