//
you're reading...
Bangkitkan Iman, Penasaran

Makna Ikhlas

Saya membuka arsip lama di almari, disitu terdapat buletin Waislama yang sudah usang. Bila dibaca, tulisannya masih bagus dan jelas. Saya pun tertarik mempelajari isinya. Ternyata saya menemukan kisah seorang sahabat di zaman Rasulullah dahulu bernama Mush’ab bin Umair, ia terkenal dengan panggilan Mush’ab al Khair.

 

Namanya Mush’ab bin Umair. Ia seorang pemuda yang tampan wajahnya, hidup dalam lingkungan yang serba kecukupan. Ibunya, Khunas binti Malik, amat narah ketika mendengar berita keislaman Mush’ab. Dipenjarakannya Mush’ab di suatu ruangan agar mau meninggalkan Islam, kembali kepada berhala. Mush’ab tinggal di penjara sampai ketika ia berhasil meloloskan diri untuk ikut hijrah ke Habsyi bersama para sahabat Rasul yang lain. Ditinggalkannya rumah dengan segala kemewahan materinya.

 

Orang memanggilnya Mush’ab al Khair. Semenjak keluar dari rumah dan bergabung dengan kaum muslimin, berbagai ujian berat dihadapinya. Suatu hari ia tampil di hadapan beberapa sahabat yang sedang duduk mengelilingi Rasulullah SAW. Begitu melihat Mush’ab, mereka manundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang sahabat matanya basah, tidak tega melihatnya. Mereka melihat Mush’ab memakai jubah usang yang bertambal-tambal, padahal sebelum ia masuk Islam begitu indah pakaiannya. Bersabda Rasul SAW, “Dahulu saya meihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya”.

 

Di peperangan Uhud, ia terpilih sebagai pembawa bendera. Perang berkecamuk begitu seru, dan kaum muslim sempat terpukul mundur oleh kekuatan pasukan kafir. Pada saat yang genting seperti ini, Mush’ab tampil ke depan. Ia acungkan bendera tinggi-tinggi, sementara tangan satunya memainkan pedang dengan lincahnya. Niatnya, agar perhatian musuh tertuju kepadanya sehingga melalaikan Rasulullah. Ia mengorbankan dirinya.

 

Saat-saat terakhir kepahlawanan Mush’ab. Berkata Ibnu Sa’ad. ‘Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al ‘Abdari dari bapaknya, ia berkata: “Mush’ab bin Umair adala pembawa bendera di perang Uhud. Tatkala barisan kaum muslimin pecah, Mush’ab bertahan pada kedudukannya. Datangah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaihah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush’ab masih mengucapkan, “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa orang Rasul”. Maka dipegangnya bendera dengan tangan kiri sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya itu hingga putus pula. Mush’ab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan, “Muhammad tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul”. Lalu orang berkuda itu menyerangnya untuk ketiga kali dengan tombak, dan menusuknya hingga tombak itupun patah. Mush’ab pun gugur, dan benderanya patah..”

 

Ia gugur sebagai syuhada. Darahnya telah ia sumbangkan untuk membasahi bumi perjuangan. Katika Rasul SAW dan para sahabat menyaksikan jasadnya, bercucuranlah air mata mereka. Berkata Khabbab Ibnul ‘Urat, “Kami hijrah di jalan Allah bersama Rasulullah dengan mengharap Ridha-Nya, hingga pastilah sudah pahala di sisi Allah. Di antara kami ada yang telah berlalu sebelum menikmati pahalanya di dunia ini sedikit pun. Di antaranya ialah Mush’ab bin Umair yang gugur di perang Uhud. Tak sehelai pun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah. Andaikan ditaruh di atas kepalanya terbukalah kedua belah kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan kakinya, terbukalah kepalanya. Maka sabda Rasul SAW, “Tutupkan ke bagian kepalanya, dan kakinya tutuplah dengan rumput idzkhir”.

 

Ialah Mush’ab bin al Khair. Keistimewaannya berjuang dan berkorban di jalan Allah. Insya Allah menghantarkannya ke syurga yang dijanjikan kepada setiap syuhada. Menurut saya, beliau sangat tinggi nilai berkorbannya,  inilah keikhlasan yang sejati. Tanpa pamrih apapun.

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: