//
you're reading...
Pecinta

12-12-2012 love of trance

Awan kerinduan

Awan kerinduan

Tak terasa waktu begitu cepat, melewati siang dan malam yang saling berkejaran satu sama lain. Hari demi hari yang kian lama kian menua. Bulan akan menjadi redup akan sinar matahari. Para pecinta di dunia semakin tenggelam dengan kenikmatan mereka. Kasih dan cintalah yang akan abadi menghinggapi setiap jiwa manusia. Rasa haru menyelimuti diri para perindu ketika bertemu kekasih mereka. Sebaliknya, rasa kesepian dan kahilangan menimpa mereka yang tak tahu kelanjutan kisah cinta dengan sang kekasih. Sang kekasih telah hilang dari pandangan mata. Ia mengembara entah kemana. Pergi meninggalkan bekas yang tidak akan bisa dihapus dengan apapun. Bagi pecinta, kekasih adalah kekuatan hidup. Tanpa itu, hidup terasa hambar tak bernilai. Lebih baik mati daripada tidak bersama yang dicintainya.

Berani adalah cara para pecinta menghilangkan kekhawatirannya. Berani menanggung derita. Derita dalam cinta adalah suatu keniscayaan. Bahagia dan derita ibarat pasangan yang tak terpisahkan. Wahai pecinta, engkau laksana cahaya yang menerangi. Tak meminta pujian atau balasan. Sesungguhnya cinta itu memberi. Memberi kebahagiaan sejati dan rasa sepenanggungan ketika menahan derita. Tapi demi kekasih, pengorbanan apapun dilakukan. Sungguh para pecinta tahu apa yang mereka lakukan. Mereka sadar konsekuensi dari mencinta. Makin dalam mencinta, makin dalam pula kemungkinan untuk menanggung derita. Itu bukanlah masalah berarti bagi pecinta. Sang kekasih tahu akan cintanya saja itu sudah lumayan. Sang pecinta tidak mengharap apa-apa selain memberikan curahan rasanya kepada kekasihnya. Sungguh biasa para pecinta mengatakan, “Mintalah cintaku sepuas hatimu..”

Bulan dan matahari menjadi saksi keseharian pasangan kekasih. Dibawah sinar bulan sepasang kekasih bergandengan tangan dan saling berpelukan mencurahkan rasa sayangnya satu sama lain. Di bawah terik matahari pasangan ini saling memayungi dengan kasih. Tak rela sesuatu terjadi pada yang dikasihinya. Syair pecinta:

Perkenankanlah aku mencintaimu seperti ini

Tanpa kekecewaan yang berarti

Meski tanpa kepastian yang pasti

Harapan yang setiap kali dikecewakan kenyataan

Biarlah dibayar oleh arapan-harapan baru yang menjanjikan

Perkenankanlah aku mencintaimu semampuku

Menyebut-nyebut namamu dalam kesendirian pun lumayan

Berdiri di depan pintumu tanpa harapan

Dan kau membukakannya pun sudah terasa nyaman

Sekali-kali membayangkan kau memperhatikanku pun cukup memuaskan

Perkenankanlah aku me ncintaimu sebisaku

(Gus Mus: Sajak-sajak Cinta Gandrung)

Saat-saat indah bagi para pecinta adalah perjumpaan dengan yang dicintainya. Keinginan pecinta adalah senantiasa dekat dengan kekasihnya. Kekasih yang dicintainya. Tidak heran jika pecinta terlihat seperti orang yang mabuk. Ia mabuk cinta. Hidupnya syarat akan cinta. Ia sadar, seperti kata penyair:

“Jika kita sungguh-sungguh menginginkan cinta,

maka cintalah pada akhirnya yang justru menunggu kita.”

(Oscar Wilde)

Ya Tuhan, bukakanlah jalan bagi kami.. Sang pecinta sedang mengembara di alam khayal yang tak berujung. Ia perlu panduan jalan. Jalan yang mempertemukan dua hati yang terpisah. Pecinta merindukan orang yang dicintainya. Sangat rindu. Sangat rindu. Bagaimanakah kondisinya sekarang? Sedang apakah dia sekarang? Sang pecinta benar-benar tidak bisa berpikir selain tentang apa yang dicintainya. Setiap malam ia sempatkan waktu untuk sekedar menyeka kerinduan dengan berusaha melupakan. Namun, semakin dia berusaha melupakan, semakin bangkit rasa rindunya. Kerinduannya membara. Membakar seluruh jiwa raganya dengan cahaya yang takkan mati.

Sangat bijak saran dari leluhur orang Jawa, aja nggege mangsa atau jangan mempercepat musim atau waktu. Dengan kata lain, jangan memaksakan diri dalam memperoleh hasil sebelum waktunya. Prinsipnya adalah sareh pikoleh atau sabar memperoleh. Orang yang sabar dalam berbuat akan memperoleh apa yang diharapkan. Sang pecinta tak takut mencintainya, tetapi ia takut cinta mereka akan berakhir. Ia tak ingin terlalu cepat menjalani keindahan cinta karena ia tak mau cinta itu berakhir dengan cepat pula. Ya Tuhan, apa yang dikakukan si pecinta ini?

Sampai pada tahap ini si pecinta mabuk memendam perasaanya

About erwinpunyaku

Salam kenal bagi siapa saja yang mau berkenalan dan bersahabat dengan saya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: